Keberlanjutan Sumberdaya Lahan melalui Kelembagaan Informal dalam Perekonomian di Indonesia

Keberlanjutan Sumberdaya Lahan melalui Kelembagaan Informal dalam Perekonomian di Indonesia

Oleh:

Rizka Amalia                    I34090030

Firza Triana Zelaviori        I34090035

Femy Amalia A.P             I34090065


DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011


Bab 1

Pendahuluan

1.1.Latar belakang

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Total penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebesar 237.556.363 orang, dimana distribusi penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu sebesar 58 persen ( BPS 2010). Penduduk yang semakin banyak dan ketersediaan lahan pertanian yang cenderung berkurang dapat menyebabkan ketimpangan. Ketimpangan ini akhirnya menjadikan beberapa orang melakukan perusakan sumberdaya lahan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, contohnya: menggundulkan hutan sebagai lahan pertanian.

Pemanfaatan sumberdaya lahan di Indonesia yang didukung oleh pelestarian kembali sumberdaya tersebut dapat menjadikan alam tersebut tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sedangkan sumberdaya lahan yang pemanfaatannya tidak didukung dengan pelestarian akan menyebabakan lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan lagi. Saat ini, perekonomian di Indonesia semakin mengistimewakan pihak swasta dalam pengelolaan sumberdaya alam. Hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan dalam mengakses sumberdaya alam terutama sumberdaya lahan.

Masyarakat memiliki peraturan sendiri dalam pengelolaan sumberdaya alam termasuk sumberdaya lahan. Peraturan-peraturan yang berlaku di masyarakat dapat berupa budaya tentang cara-cara pengelolaan sumberdaya alam, adat istiadat dan mitos-mitos. Masyarakat berusaha untuk mematuhi peraturan yang berlaku dalam lingkungannya. Sejalan dengan perkembangan zaman banyak masyarakat yang sudah tidak melaksanakan peraturan-peraturan tersebut. Hal itu menyebabkan masyarakat tidak lagi menjaga keberlanjutan sumberdaya lahan yang ada di lingkungannya.

1.2.Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan kelembagaan informal?
  2. Apa saja bentuk kelembagaan informal?
  3. Bagaimana hubungan kelembagaan informal terhadap pengelolaan sumberdaya lahan di Indonesia?
  4. Bagaimana sumberdaya lahan dapat menopang perekonomian di Indonesia?
  5. Mengetahui maksud dari kelembagaan informal.
  6. Mengetahui bentuk-bentuk kelembagaan informal.
  7. Mengetahui hubungan kelembagaan informal terhadap pengelolaan sumberdaya lahan di Indonesia.
  8. Mengetahui manfaat sumberdaya lahan dalam menopang perekonomian Indonesia.

1.3.Tujuan

Bab 2

Tinjauan Pustaka

2.1.   Kelembagaan informal

Berdasarkan atas bentuknya (tertulis/tidak tertulis) North (1990) dalam Hidayat (2007) membagi kelembagaan menjadi dua: formal dan informal. Kelembagaan informal adalah kelembagaan yang keberadaannya di masyarakat umumnya tidak tertulis, contohnya: adat istiadat, tradisi, pamali, kesepakatan, konvensi dan sejenisnya degan beragam nama dan sebutan dikelompokkan sebagai kelembagaan informal.

Kelembagaan informal yang terdapat dalam masyarakat berawal dari kebutuhan setiap individu yang mulai diatur dalam suatu norma kemasyarakatan. Norma-norma tersebut dianggap penting dalam hidup kemasyarakatan. Keberadaan kelembagaan informal memiliki fungsi, sebagai berikut: (a)memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, (b)menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan, (c)memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggotanya. Hal ini menjelaskan bahwa kelembagaan informal mengatur hubungan antara individu dalam bermasyarakat dan terdapat dalam masyarakat sederhana maupun masyarakat modern (Wikipedia 2011).

2.2.Sumberdaya Lahan

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alam. Ada dua jenis sumberdaya alam yaitu sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui. Salah satu contoh sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumberdaya lahan. Menurut Sitorus (2001) dalam Scribd (2011), salah satu sumberdaya yang penting dalam kegiatan manusia adalah sumberdaya lahan seperti, pertanian, daerah industri, daerah pemukiman, jalan untuk transportasi, daerah rekreasi atau daerah-daerah yang dipelihara kondisi alamnya untuk tujuan ilmiah.

Sumberdaya alam yang terbatas sulit menyaingi pemuasan kebutuhan manusia dan keinginan manusia yang tak terbatas. Pemuasan kebutuhan manusia dan keinginan manusia yang tak terbatas berdampak pula terhadap keberlangsungan sumberdaya alam terutama sumberdaya lahan. Manusia seringkali kurang bijaksana dan tidak mempertimbangkan aspek keberlanjutannya (untuk jangka pendek) yang mengakibatkan kelestarian sumberdaya lahan terancam. Permintaan sumberdaya lahan terus meningkat akibat tekanan pertambahan penduduk dan peningkatan konsumsi per kapita (Rustiadi 2001).

Menurut Wahyunto et al. (2001), perubahan penggunaan lahan adalah bertambahnya suatu penggunaan lahan dari satu sisi penggunaan ke penggunaan yang lainnya diikuti dengan berkurangnya tipe penggunaan lahan yang lain dari suatu waktu ke waktu berikutnya. Perubahan penggunaan lahan dapat terjadi karena dua hal, pertama, adanya keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin meningkat jumlahnya dan kedua, berkaitan dengan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik.

2.3.Perekonomian di Indonesia

Sumberdaya alam terutama sumberdaya lahan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Potensi ekonomi tersebut dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia apabila disertai perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang dapat memberikan hasil yang optimal sehingga kegiatan ekonomi tersebut terus berkelanjutan.

Dalam proses pemanfaatan sumberdaya lahan perlu memperhatikan keberadaan sumberdaya tersebut. Semakin banyak populasi yang terdapat di suatu daerah maka semakin banyak pula pemanfaatan sumberdaya lahan untuk perekonomian mereka. Sumberdaya lahan tersebut dimanfaatkan dalam kegiatan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti sandang, pangan, papan. Masyarakat menggunakan lahan tersebut sebagai mata pencaharian, seperti lahan pertanian, peternakan ataupun tambak. Dalam pelakasanaannya, masyarakat tersebut secara langsung maupun tidak langsung melakukan kegiatan ekonomi, baik dalam bentuk barter ataupun perdagangan sehingga terbentuk siklus perputaran uang dalam pasar sederhana dan memicu timbulnya suatu pergerakan ekonomi yang lebih sistematis dan terorganisir.

Bab 3

Pembahasan

3.1.   Hubungan Kelembagaan Informal terhadap Pengelolaan Sumberdaya Lahan di Indonesia

Bertambahnya penduduk di Indonesia menyebabkan penyempitan lahan terutama lahan pertanian. Program privatisasi lahan yang dilakukan pemerintah akan menambah buruknya lahan yang dapat digarap oleh masyarakat. Masyarakat menggunakan lahan pertanian sebagai tempat tinggal mereka. Selain itu, lahan hutan yang ada juga digunakan sebagai lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pertanian penduduk yang semakin meningkat. Masyarakat memiliki berbagai cara dalam pemenuhan kebutuhannya tidak terkecuali dalam pemanfaatan sumberdaya lahan di lingkungan sekitarnya. Dalam pengelolaan sumberdaya lahan tersebut masyarakat memiliki nilai-nilai soaial yang dapat menciptakan aturan-aturan tegas yang biasa disebut sebagai norma sosial.

Proses pengelolaan sumberdaya lahan yang dilakukan masyarakat di beberapa daerah masih sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ada di lingkungannya. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin moderen, masyarakat sudah tidak mematuhi nilai-nilai budayanya. Dahulu, penebangan pohon hanya dilakukan pada hutan yang tidak dikeramatkan sehingga tidak semua hutan menjadi gundul dan tetap lestari. Saat ini, nilai-nilai budaya yang ada di lingkungan masyarakat tradisional sudah tidak lagi dipatuhi seluruhnya. Pemanfaatan sumberdaya lahan sudah tidak mematuhi nilai-nilai budaya lokal sehingga sumberdaya tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

3.2.   Masalah Pengelolaan Sumberdaya Lahan

Pemerintahan Orde Baru merupakan akar dari segala persoalan yang dihadapi masyarakat adat, yaitu tidak adanya kejelasan dan ketegasan pembatasan pemerintah dalam mengatur kedaulatan masyarakat adat. Pada kenyataannya peraturan perundang-undangan sektoral masih tetap kokoh dan berjalan seperti biasanya. Misalnya pencabutan ijin HPH, HPHTI, perkebunan besar, kuasa pertambangan masih tetap berada di tangan departemen sektoral. Dari sini bisa dipastikan otonomi daerah telah menyebabkan penambahan jumlah dan jenis kegiatan eksploitasi sumberdaya alam, belum lagi terhitung ekploitasi illegal yang sama sekali di luar kapasitas pemerintah untuk mengontrol. Kalau kecenderungan ini tidak segera dikendalikan maka otonomi daerah tidak pernah menjadi solusi peningkatan laju perusakkan masyarakat adat beserta habitatnya.

Fenomena globalisasi ekonomi juga akan sangat berpengaruh besar terhadap prospek nilai-nilai budaya lokal dan kearifan tradisional sebagai landasan penguatan kelembagaan lokal dalam pengelolaan sumberdaya dan keanekaragaman hayati. Saat ini sudah jarang masyarakat yang menerapkan nilai-nilai budaya lokal dalam pemanfaatan sumberdaya alam. Masyarakat hanya mementingkan keberlanjutan kehidupannya tanpa memperhatikan keberlanjutan dari sumberdaya alam yang mereka nikmati, misalnya masyarakat membuka lahan baru dengan cara merusak ekosistem yang ada di lingkungan sebelumnya.

3.3.   Sumberdaya Lahan dalam menopang perekonomian di Indonesia

Sumberdaya dan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan kehidupannya karena keterkaitannya yang erat dengan kekayaan keanekaragaman budaya lokal yang dimiliki bangsa ini (Nababan 2003). Ketergantungan antara pengelolaan sumberdaya dan keanekaragaman hayati dengan nilai-nilai budaya lokal yang ada ditengah masyarakat dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat di beberapa daerah masih dapat mempertahankan kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya alam. Pengelolaan lahan yang berdasarkan pengetahuan lokal secara matang dapat menopang perekonomian Indonesia karena dapat memberikan hasil yang optimal. Pemanfaatan lahan dalam kegiatan perekonomian, seperti lahan pertanian, peternakan ataupun tambak harus didasarkan pada pelestarian sehingga dapat mendorong terciptanya perekonomian berkelanjutan.

Bab 4

Kesimpulan dan  saran

4.1.   Kesimpulan

Kelembagaan informal merupakan kelembagaan yang berada di masyarakat, umumnya kelembagaan tersebut tidak tertulis. Kelembagaan informal dapat berupa adat istiadat, tradisi, pamali, kesepakatan, konvensi dan sejenisnya dengan beragam nama. Kelembagaan informal timbul di masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya lahan dilakukan sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal yang ada di masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak daerah-daerah yang masyarakatnya sudah tidak mematuhi nilai-nilai budaya dalam pemanfaatan sumberdaya lahan. Kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat menyebabkan lahan dikonsumsi tanpa memperhatikan keberlanjutan sumberdaya tersebut.

Perekonomian di Indonesia masih sangat bergantung kepada sumberdaya lahan. Lahan dapat dijadikan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sumberdaya lahan dapat digunakan secara berkelanjutan jika masyarakat masih menerapkan nilai-nilai budaya lokal dan perencanaannya dilakukan secara matang.

4.2.Saran

Menyadarkan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya lahan. Pengelolaan sumberdaya lahan harus sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat sehingga sumberdaya tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Selain itu, perencanaan yang matang dalam pengelolaan sumberdaya lahan dapat memberikan hasil yang optimal sehingga kegiatan ekonomi tersebut terus berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Hidayat A. 2007. Pengantar ekonomi kelembagaan. Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor (Tidak diterbitkan).

Nababan A. 2003. Pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarkat adat: tantangan dan peluang. [internet]. Dapat diunduh dari: www.google.com (29 april 2011).

Scribd. Konservasi dan penggunaan sumberdaya alam. [internet]. Dapat diunduh dari: http://www.scribd.com/doc/10056266/Konservasi-Dan-Penggunaan-Sumberdaya-Lahan (29 April 2011).

Wikipedia. 2011. Organisasi Sosial. [internet]. Dapat diunduh dari: www.wikipedia.com (29 April 2011).

~ by femyaap on May 22, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: